10 Startup yang
ada di Indonesia :
Ø Hectocorn
Hectocorn merupakan startup yang memiliki valuasi di atas US$100 miliar.
Hectocorn merupakan kasta yang paling tertinggi dalam istilah startup. Perusahaan yang tergolong sebagai hectocorn memang super langka. Saat ini perusahaan yang disematkan dengan level tertinggi startup
ini adalah Ant Financial dengan nilai perusahaan $150 billion dollar.
Pemiliknya adalah founder dari Alibaba.com yakni Jack Ma.
Ø
Decacorn
Decacorn yakni istilah untuk perusahaan yang nilainya mencapai US$10
miliar. Perusahaan-perusahaan startup dunia yang telah masuk kategori decacorn
sendiri antara lain adalah sebagai berikut:
·
Bytedance (US$75
miliar)
·
Uber (US$72 miliar)
·
Didi Chuxing (US$56
miliar)
·
WeWork (US$47 miliar)
·
Airbnb (US$29,3 miliar)
·
SpaceX (US$21,5 miliar)
·
Stripe (US$20 miliar)
Indonesia saat ini mempunyai perusahaan yang masuk kategori decacorn
yaitu Go-Jek, dengan startup Indonesia ride-hailing bervaluasi US$10 miliar.
Unicorn adalah istilah yang disematkan
untuk perusahaan startup yang memiliki nilai kapitalisasinya lebih dari angka
satu milyar. Dalam hal ini, satu milyar tersebut dinyatakan pada satuan
mata uang dollar. Dalam laporan terbaru CBInsight, hingga Januari 2019 ada
334 startup unicorn di dunia. Total kumulasi valuasinya setara dengan US$1.084
miliar. Sebagian besar startup unicorn berasal dari China dan Amerika Serikat
(AS).
Saat ini ada 5 perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam
kategori unicorn, yaitu :
· Go-Jek, startup asal Indonesia ride-hailing bervaluasi
US$10 miliar. (sudah masuk kategori decacorn dan unicorn).
· Tokopedia, startup e-commerce asal Indonesia
bervaluasi US$7 miliar.
· OVO, startup pembayaran digital asal Indonesia bervaluasi
US$ 2,9 miliar
· Traveloka, startup travel asal Indonesia bervaluasi
US$2 miliar.
· Bukalapak, startup e-commerce asal Indonesia bervaluasi
US$1 miliar.
Daftar Pustaka :










Tidak ada komentar:
Posting Komentar