Ketika saya TPA, saya memiliki bakat membaca Al-Qur'an dengan bacaan yang sesuai dengan hukum tajwid dengan baik dan benar. Saya mendapatkan 3 piala dalam perlombaan membaca Al-Qur'an, yakni juara 2 sebanyak 2 kali dan juara 3 1 kali. Maaf saya tidak bisa memfoto pialanya karena piala tersebut disimpan di TPA saya untuk diperlihatkan bahwa TPA tersebut mempunyai prestasi.
Memasuki sekolah dasar atau SD, saya mencari potensi yang ada di dalam diri saya ke bidang olahraga. Saat saya masih sekolah di SD Pisangan Tangerang Selatan saya tidak menemukan bakat saya karena ekstrakulikuler yang ada hanya sedikit dan tidak ada yang saya minati, sampai akhirnya orang tua saya memindahkan sekolah saya ke SDN 04 Jakarta. Di sekolah tersebut banyak ekstrakulikuler yang ada dan olahraga yang saya minati yaitu, futsal dan bulutangkis.
Setelah beberapa bulan saya masuk ke dalam squad yang mengikuti lomba futsal antar sekolah DKI Jakarta dan posisi saya sebagai kiper, namun sayang sekolah saya harus gugur pada 16 besar. Dalam ekskul bulutangkis saya kalah bersaing karena di sekolah saya ada banyak siswa yang lebih jago dari saya. Lalu saat kelas 5, saya diajak untuk mengikuti ekskul pramuka dan saya mengikuti ekskul tersebut. Setelah saya dan tim saya siap, kami diajak mengikuti lomba pramuka se SD Jakarta. Lagi-lagi sekolah saya harus gugur dan belum bisa memberikan yang terbaik.
Beranjak memasuki usia 12 tahun dan memasuki sekolah menengah pertama (SMP) di SMPN 226 Jakarta, saya mencoba untuk mengambil ekskul yang sama pada saat saya SD. Karena tim futsal yang ada sudah bagus dan membuat saya beralih ke olahraga sepakbola. Sempat mengikuti seleksi sepakbola dan berhasil masuk squad, namun saya lebih tertarik kepada bulutangkis. Kemudian di kelas 2 SMP saya mengikuti bulutangkis tetapi saya tidak diajak dalam perlombaan, akhirnya saya memutuskan untuk pindah lagi ke sepakbola, ternyata posisi yang dulu saya tempati sudah diisi oleh siswa lain dan pelatih menyarankan saya untuk mengisi posisi yang kurang di bagian penyerang. Berselang beberapa bulan saya mengalami cedera yang menyebabkan lutut saya terdapat benjolan akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengikuti sepakbola lagi.
Saya mencoba ekskul lain yaitu BTQ, dan disnilah saya mampu memberikan hasil yang maksimal dan menjadi pelopor ekskul marawis yang sebelumnya tidak ada, sampai saya dan teman-teman saya diminta untuk menjadi pembukaan wisuda angkatan 2013.
Semakin umur bertambah dan beranjak dewasa, saya masuk ke sekolah menengah keatas (SMK) di SMKN 41 Jakarta jurusan Administrasi Perkantoran. Keinginan awal saya adalah sekolah di SMA tetapi saya kalah saing dengan siswa-siswa lain di seluruh Jakarta sehingga saya mendaftar di SMKN 41. Saya bersyukur bisa masuk ke SMK ini karena mempunyai guru-guru yang hebat dan saya bisa belajar banyak mengenai keterampilan bukan hanya teori. Saya lebih fokus memperdalam keahlian saya di bidang korespondensi, arsip, dan menguasi komputer atau laptop, jika dulu saya diterima di SMA mungkin saya tidak akan mendapatkan keahlian seperti itu. Pada saat hari kelulusan saya masih bimbang antara bekerja sambil kuliah atau kuliah saja.
Sampai akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di Universitas Gunadama jurusan Manajemen, ada rasa penyesalan sampai sekarang yaitu dulu saya tidak membenahi gigi saya sehingga gigi saya sampai sekarang bisa dibilang jelek dan terkadang itu yang membuat saya malu berbicara dengan orang lain, dan penyesalan berikutnya adalah seharusnya dulu saya mencari pekerjaan dan sambil kuliah sehingga saya mendapatkan pengalaman yang bagus selama 4 tahun bekerja. Nasi sudah menjadi bubur, jika saya selalu memikirkan hal tersebut maka saya akan selalu menjadi orang yang lemah, sehingga saya harus membuktikan bahwa penyesalan itu bisa ditutupi dan jangan pernah lagi membuat sebuah penyesalan.
Terimakasih.