Minggu, 15 Desember 2019

Keinginan Menciptakan Startup


Setelah saya lulus kuliah saya mempunyai keinginan untuk membangun 2 startup, yaitu :
1.      Startup Pendidikan Agama Islam
    




      Startup yang berbasis pendidikan sudah ada di Indonesia, yaitu Ruang Guru, bedanya startup yang ingin saya ciptakan dengan ruang guru adalah startup saya khusus untuk pendidikan agama islam yang nantinya didalam aplikasi terdapat materi pendidikan agama islam, sunnah-sunnah Rasulullah SAW, ceramah-ceramah dari ustad ternama dari Indonesia maupun luar negeri, lalu ada bagaimana teknik yang baik untuk berceramah, Al-qur’an untuk saat perjalanan, dan banyak lagi yang berkaitan dengan agama islam, penjualan buku-buku sunnah Rasulullah SAW atau cerita-cerita nabi dan sahabatnya.
      Mengapa saya ingin menciptakan startup ini karena pada akhir zaman ini banyak sekali masyarakat muslim yang menyimpang jauh dari agama, dengan adanya startup ini semoga bisa membantu masyarakat muslim menjadi lebih baik dan bisa saling mengingatkan bahwa dunia ini sementara akhirat selama-lamanya, banyak orang mengejar dunia tapi lupa akan akhirat padahal yang terpenting adalah akhirat harus dikejar maka dunia juga akan mengikuti. Saya akan menamai startup saya dengan “Ruang Agama Islam”.



2.      Startup Penjualan Bus Antar Kota Antar Provinsi
  


      Startup ini memudahkan para perantau yang ingin pulang kampung tanpa perlu dating langsung ke agen bus, didalam startup ini terdapat pemesanan tiket online, profil tiap-tiap perusahaan bus beserta kelas-kelasnya sehingga memudahkan para pembeli untuk melihat-lihat bus-bus yang ingin dipesan, lalu terdapat fasilitas apa saja didalamnya dan tentu terdapat harga dari tiap-tiap bus.
      Mengapa saya ingin menciptakan startup ini karena saya pribadi adalah bus mania, yaitu pecinta bus yang selalu menaiki bus saat pulang kampung. Dilihat dari banyaknya perantau khususnya daerah Jawa yang makin bertambah maka saya melihat peluang yang ada. Sudah banyak aplikasi yang menjual banyak tiket bus tetapi hanya beberapa bus saja dan startup yang ingin saya ciptakan nantinya akan bekerjasama pada semua bus-bus yang beroperasi. Saya akan menamai startup saya dengan “Booking Bus Online”.

Senin, 11 November 2019

Biografi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Dalam Kabinet Indonesia Maju






Drs. Teten Masduki
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil 
dan Menengah Indonesia


            
         
           Drs. Teten Masduki (lahir di Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963; umur 56 tahun) adalah seorang aktivis Indonesia yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 2 September 2015 hingga 17 Januari 2018. Dia menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) periode 2017-2022.
            Terlahir dari keluarga petani, masa kecil Teten dihabiskan di Kecamatan Balubur Limbangan, Garut, Jawa Barat. Setamat dari SMAN 1 Cicalengka ia kuliah di IKIP Bandung, mengambil jurusan kimia. Kesadaran terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh sejak SMA. Saat kuliah ia sering ikut kelompok diskusi, mempelajari teori-teori dari yang kiri sampai yang kanan. Sekitar 1985, Teten ikut aksi demontrasi membela petani di Garut, yang tanahnya dirampas.
            Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie. Inilah pertama kalinya dalam sejarah sebuah lembaga seperti ICW bisa memaksa seorang pejabat tinggi negara turun dari jabatannya. Berkat kegigihannya mengungkap kasus tersebut, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.
            Pada tahun 2012 Teten memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Rieke Diah Pitaloka dalam Pilgub Jawa Barat 2013, Pasangan Rieke - Teten yang diberi nama PATEN ini diusung oleh PDI-P dengan nomor urut 5. Pada tanggal 3 Maret 2013 diumumkan hasil Pilkada Gubernur - Wagub Jawa Barat Pasangan Cagub - Cawagub nomor 5 Rieke-Teten memperoleh peringkat ke 2 dari 5 pasangan calon dengan perolehan suara 5.714.997 suara arau 28,41 persen dari suara sah. Pada tanggal 2 September 2015, Teten terpilih menjadi Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Luhut Panjaitan yang telah lebih dulu ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Pada tanggal 23 Oktober 2019 dilantik menjadi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabinet Indonesia Maju pada pemerintahan presiden Joko Widodo periode 2019-2024.
Ø Pendidikan
·        Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987)
·        Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989)
Ø Karier
·        Staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989)
Ø Penghargaan
·        Suardi Tasrif Award 1999
·        Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000
·        Penghargaan Ramon Magsaysay, 2005

Daftar Pustaka :
https://id.wikipedia.org/wiki/Teten_Masduki


Minggu, 10 November 2019

Startup yang ada di Indonesia dan Pengertiannya


10 Startup yang ada di Indonesia :
1.     Gojek




2.     Tokopedia




3.     Traveloka


4.     Akulaku




5.     Ilotte



6.     Pundi X



7.     Kredivo




8.     Koinworks


9.     Sale Stock



10.             Bukalapak




Ø Hectocorn
     Hectocorn merupakan startup yang memiliki valuasi di atas US$100 miliar. Hectocorn merupakan kasta yang paling tertinggi dalam istilah startup. Perusahaan yang tergolong sebagai hectocorn memang super langka. Saat ini perusahaan yang disematkan dengan level tertinggi startup ini adalah Ant Financial dengan nilai perusahaan $150 billion dollar. Pemiliknya adalah founder dari Alibaba.com yakni Jack Ma.

Ø Decacorn
      Decacorn yakni istilah untuk perusahaan yang nilainya mencapai US$10 miliar. Perusahaan-perusahaan startup dunia yang telah masuk kategori decacorn sendiri antara lain adalah sebagai berikut:
·        Bytedance (US$75 miliar)
·        Uber (US$72 miliar)
·        Didi Chuxing (US$56 miliar)
·        WeWork (US$47 miliar)
·        Airbnb (US$29,3 miliar)
·        SpaceX (US$21,5 miliar)
·        Stripe (US$20 miliar)
Indonesia saat ini mempunyai perusahaan yang masuk kategori decacorn yaitu Go-Jek, dengan startup Indonesia ride-hailing bervaluasi US$10 miliar.

Ø Unicorn
      Unicorn adalah istilah yang disematkan untuk perusahaan startup yang memiliki nilai kapitalisasinya lebih dari angka  satu milyar. Dalam hal ini, satu milyar tersebut dinyatakan pada satuan mata uang dollar. Dalam laporan terbaru CBInsight, hingga Januari 2019 ada 334 startup unicorn di dunia. Total kumulasi valuasinya setara dengan US$1.084 miliar. Sebagian besar startup unicorn berasal dari China dan Amerika Serikat (AS).
    Saat ini ada 5 perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam kategori unicorn, yaitu :
·      Go-Jek, startup asal Indonesia ride-hailing bervaluasi US$10 miliar. (sudah masuk kategori decacorn dan unicorn).
·       Tokopedia, startup e-commerce asal Indonesia bervaluasi US$7 miliar.
·       OVO, startup pembayaran digital asal Indonesia bervaluasi US$ 2,9 miliar
·       Traveloka, startup travel asal Indonesia bervaluasi US$2 miliar.
·       Bukalapak, startup e-commerce asal Indonesia bervaluasi US$1 miliar.

Daftar Pustaka :



Senin, 07 Oktober 2019

Manajemen Pemasaran Rev. Industri 4.0




Manajemen Pemasaran Rev. Industri 4.0


Nomor
Nama Penulis
Judul
Metode yang digunakan
Kesimpulan

Vol. 13, No. 1

1. Hoedi Prasetyo
2. Wahyudi Sutopo

Industri 4.0: Telaah Klasifikasi Aspek dan Arah
Perkembangan Riset

1. Deskriptif
2. Konseptual
3. Terapan
4. Empirikal
5. Simulasi

Ditinjau dari metode  penelitian,  sebagian
besar riset  dilakukan melalui metode deskriptif dan konseptual.  Ditinjau  dari aspeknya,  aspek  bisnis dan teknologi masih menjadi fokus  riset para peneliti.
Ditinjau dari bidang industri penerapannya,  sebagian besar riset dilakukan di bidang manufaktur. Ditinjau dari jumlahnya, riset terkait Industri 4.0  mengalami  tren kenaikan yang signifikan. Riset dengan aspek kajian bisnis dan teknologi  di bidang manufaktur  diprediksi  akan menjadi fokus arah pengembangan. Hasil prediksi tersebut mendorong para akademisi agar lebih
meningkatkan kerjasama dengan industri manufaktur.




Sumber Referensi :
- VDI/VDE-Gesellschaft Mess- und Automatisierungstechnik. (2015). Status Report:Reference Architecture Model Industrie 4.0 (RAMI4.0) (Vol. 0). http://www.zvei.org/Downloads/Automation/5305

Senin, 30 September 2019

REVOLUSI INDUSTRI 4.0





            Istilah  Indonesia 4.0 pasti sudah tidak asing lagi bagi kita. Awal mula dari istilah ini adalah terjadinya revolusi industri di seluruh dunia, yang mana merupakan sebuah revolusi industri keempat. Dapat dikatakan sebagai sebuah revolusi, karena perubahan yang terjadi memberikan efek besar kepada ekosistem dunia dan tata cara kehidupan. Revolusi industri 4.0 bahkan diyakini dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas kehidupan secara signifikan.
            Pertama-tama, awal mula dari Revolusi Industri 4.0 terlebih dahulu. Mulai dicetuskan pertama kali oleh sekelompok perwakilan ahli berbagai bidang asal Jerman, pada tahun 2011 lalu di acara Hannover Trade Fair. Dipaparkan bahwa industri saat ini telah memasuki inovasi baru, dimana proses produksi mulai berubah pesat. Pemerintah Jerman menganggap serius gagasan ini dan tidak lama menjadikan gagasan ini sebuah gagasan resmi. Setelah resminya gagasan ini, pemerintah Jerman bahkan membentuk kelompok khusus untuk membahas mengenai penerapan Industri 4.0.

            Pada 2015, Angella Markel mengenalkan gagasan Revolusi Industri 4.0 di acara World Economic Forum (WEF). Jerman sendiri menggelintirkan modal sebesar €200 juta untuk menyokong akademisi, pemerintah, dan pebisnis untuk melakukan penelitian lintas akademis mengenai Revolusi Industri 4.0. Tidak hanya Jerman yang melakukan penelitian serius mengenai Revolusi Industri 4.0, namun Amerika Serikat juga menggerakkan Smart Manufacturing Leadership Coalition (SMLC), sebuah organisasi nirlaba yang terdiri dari produsen, pemasok, perusahaan teknologi, lembaga pemerintah, universitas dan laboratorium yang memiliki tujuan untuk memajukan cara berpikir di balik Revolusi Industri 4.0.

        Saat ini kita berada di zaman dimana Revolusi Industri 4.0 baru saja dimulai. Lalu seperti apa sebenarnya Revolusi Industri 4.0? Revolusi Industri 4.0 menerapkan konsep automatisasi yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia dalam pengaplikasiannya. Dimana hal tersebut merupakan hal vital yang dibutuhkan oleh para pelaku industri demi efisiensi waktu, tenaga kerja, dan biaya. Penerapan Revolusi Industri 4.0 di pabrik-pabrik saat ini juga dikenal dengan istilah Smart Factory. Tidak hanya itu, saat ini pengambilan ataupun pertukaran data juga dapat dilakukanon time saat dibutuhkan, melalui jaringan internet. Sehingga proses produksi dan pembukuan yang berjalan di pabrik dapat termotorisasi oleh pihak yang berkepentingan kapan saja dan dimana saja selama terhubung dengan internet.

          Bila kita melihat kembali Revolusi Industri 3.0 dimana merupakan titik awal dari era digital revolution, yang memadukan inovasi di bidang Elektronik dan Teknologi Informasi. Ada perdebatan apakah Revolusi Industri 4.0 cocok disebut sebagai sebuah revolusi industri atau hanya sebuah perluasan atau pengembangan dari Revolusi Industri 3.0. Namun nyatanya, perkembangan Revolusi Industri 3.0 ke Revolusi Industri  4.0 sangat signifikan, hal baru yang sebelumnya tidak pernah ada di era Revolusi Industri 3.0 mulai ditemukan. Para ahli meyakini era ini merupkana era dari Revolusi Industri 4.0, dikarenakan terdapat banyak inovasi baru di Industri 4.0, diantaranya Internet of Things (IoT), Big Data, percetakan 3D, Artifical Intelligence (AI), kendaraan tanpa pengemudi, rekayasa genetika, robot dan mesin pintar. Salah satu hal terbesar didalam Revolusi Industri 4.0 adalah Internet of Things.

            IoT (Internet of Things) memiliki kemampuan dalam menyambungkan dan memudahkan proses komunikasi antara mesin, perangkat, sensor, dan manusia melalui jaringan internet. Sebagai contoh kecil, apabila sebelumnya di era Revolusi Industri 3.0 kita hanya dapat mentransfer uang melalui ATM atau teller bank, saat ini kita dapat melakukan transfer uang dimana saja dan kapan saja selama kita terhubung dengan jaringan internet. Cukup dengan aplikasi yang ada di dalam gadget kita dan koneksi internet, kita dapat mengontrol aktifitas keuangan kita dimanapun dan kapanpun.


            Selain Internet of Things, ada juga istilah Big Data yang berperan penting dalam Revolusi Industri 4.0. Big data adalah seluruh informasi yang tersimpan di cloud computing. Analitik data besar dan komputasi awan, akan membantu deteksi dini cacat dan kegagalan produksi, sehingga memungkinkan pencegahan atau peningkatan produktivitas dan kualitas suatu produk berdasarkan data yang terekam. Hal ini dapat terjadi karena adanya analisis data besar dengan sistem 6c, yaitu connection, cyber, content/context,community, dan customization.



         Proses tersebut dapat memberikan wawasan yang berguna bagi manajemen pabrik. Data diproses dengan alat canggih (analitik dan algoritma) untuk menghasilkan informasi yang logik. Data yang diproses tersebut juga dapat membantu mempertimbangkan adanya masalah yang terlihat dan tidak terlihat di pabrik industri. Algoritma pembuatan informasi harus mampu mendeteksi  masalah yang tidak terlihat seperti degradasi mesin dan kehausan komponen. Indonesia pun saat ini mulai menggarap konsep Revolusi Industri 4.0 secara serius. Strategi Indonesia salah satunya, melalui Kementerian Perindustrian mecoba membuat sebuah roadmap bertajuk Making Indonesia 4.0. Sosialisasipun sudah disampaikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di beberapa kesempatan. 

Daftar Pustaka :
https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_4.0
https://www.zenius.net/blog/21104/revolusi-industri-4-0

Selasa, 23 Juli 2019

Vclass Perekonomian Indonesia

Soal :

Bagaimana pendapat saudara tentang kebijakan yang perlu diterapkan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara sektoral, berikan contoh salah satu sektor!

Jawab :

Pendapat saya adalah pemerintah harus melakukan upaya berikut ini :
1.  Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
2.  Meningkatkan jumlah pengusaha
3.  Membuka lapangan kerja baru
4.  Meningkatkan investasi
5.  Menggenjot nilai ekspor
6.  Perbaikan infrastruktur

Jika upaya tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah secara maksimal maka pertumbuhan ekonomi akan terlaksana.

Contoh pertumbuhan ekonomi secara sektoral :
1.  Sektor Industri
Sesuai dengan data EPS yang diolah Kementerian Perindustrian pada triwulan III 2017 misalnya, sektor ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu sebesar 7,3% yoy. Walaupun industri migas mengalami kontraksi sekitar 5%, namun tingginya pertumbuhan Industri Pengolahan Non Migas mengakibatkan Sektor Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan sebesar 6,4% yoy.
Meskipun ketidakpastian perekonomian dunia masih terus berlangsung, namun kondisi perekonomian Indonesia tetap berjalan dengan pertumbuhan yang cukup tinggi. Pada triwulan III 2017 pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 6,2% (yoy), dan merupakan pertumbuhan tertinggi kedua di Asia setelah China, dan ke-5 tertinggi di dunia.

Dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,2% itu, Sektor Industri Pengolahan menyumbang pertumbuhan sebesar 1,62%. Kemudian diikuti oleh Sektor Perdagang'an, Hotel, dan Restoran yang menyumbang sebesar 1,22% dan Sektor Pengangkutan dan Komunikasi menyumbang sebesar 1,02%. Sedangkan kontribusi sektor-sektor lainnya di bawah 1%.

Dicapainya pertumbuhan Industri Non Migas sebesar 7,3% pada triwulan III 2017, tidak saja lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan II 2017 sebesar 6,1%, tetapi juga lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan III tahun 2016 yang mencapai 7,2% (yoy). Dengan pertqmbuhan sebesar 7,3% tersebut, fnaka pertumbuhan Industri Npn Migas kembali lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasibnal. Dan dengan pertumbuhan tersebut, maka secara kumulatif hingga triwulan III tahun 2017, pertumbuhan Industri Non Migas mencapai sebesar 6,5%.


Pertumbuhan industri tersebut didukung oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat, dan meningkatnya investasi di sektor industri secara sangat signifikan sehingga menyebabkan tetap terjaganya kinerja sektor industri manufaktur hingga saat ini. Beberapa investasi yang menonjol pada Januari-September 2017 nilai investasi PMA pada Industri Non Migas mencapai sekitar US$ 8,6 milyar, atau meningkat 65,9% terhadap nilai investasi pada periode yang sama tahun 2016.

Sementara nilai investasi PMDN pada Januari-September 2017 mencapai Rp 38,1 triliun, atau meningkat sebesar 40,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya.Dicapainya pertumbuhan industri non migas sebesar 6,5% hingga triwulan III 2017 didukung oleh kinerja pertumbuhan sebagian besar kelompok Industri Non Migas, yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi.

Pertumbuhan tertinggi dicapai kelompok Industri Pupuk, Kimia & Barang dari karet sebesar 8,91%. Kemudian diikuti kelompok Industri Semen dan Barang Galian Bukan Logam sebesar 8,75%. Kelompok Industri Makanan, Minuman dan Tembakau, di ururutan berikutnya dengan pertumbuhan 8,22%, dan kelompok Industri Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya sebesar 7,52%.

Urutan berikutnya kelompok Industri Logam Dasar Besi dan Baja yang tumbuh sebesar 5,70%, dan kelompok Industri Tekstil, Barang Kulit & Alas Kaki sebesar 3,64%. Hasil-hasil yang dicapai tidak terlepas dari kebijakan dan upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah serta didukung oleh para pelaku usaha dan masyarakat dalam rangka pengembangan dan peningkatan daya saing industri nasional.

Program dan upaya yang dilakukan pemerintah dalam pengembangan industri yang menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi nasional menjadi program prioritas yaitu: 1) Program Hilirisasi Industri Berbasis Agro, Migas, dan Bahan Tambang Mineral. 2) Program Peningkatan Daya Saing Industri Berbasis SDM, Pasar Domestik, dan Ekspor. 3) Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah dan lain sebagainya.

Potensi di dalam diri saya

Ketika saya TPA, saya memiliki bakat membaca Al-Qur'an dengan bacaan yang sesuai dengan hukum tajwid dengan baik dan benar. Saya mendap...